Sejarah Penemu Warna   Leave a comment

Sejarah Penemuan Warna

Tahun1660:sir issac newton
percobaan yang dilakukannya dengan prisma kaca membuktikan bahwa sinar putih terdiri dari beberapa warna(spektrum warna).

Tahun1731:J.C. Le Blon
menemukan warna utama yaitu kuning,merah, dan biru sebagai warna utama.

Tahun1790:hermann von helmholzt dan james clerk maxwell
mendasarkan warna pada cahaya matahari dan bertumpu pada hukum hukum fisika

Tahun1810:johann wolfgang von goethe
penggolongan warna menjadi dua warna utama yaitu kuning (yang berhubungan dengan kecerahan) dan biru (dengan kegelapan)

Tahun1824:michel eguene chevreul
-direktur utama perusahaan permadani di prancis ini mengembangankan teori merah kuning biru
-the law of simultaneous contrast of colour(1839) mencetuskan teori harmoni warna pada textile

Tahun1831:sir david brewster
-teori ini meyederhaka warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna yaitu primer, sekunder, terseier, dan netral
-lingkaran warna brewster dapat menjelaskan teori kontras warna(komplementer), spilt komplementer, triad, dan tetrad

Tahun1879:ogden rood
mengembangkan teori ligkaran warnaberdasarkan warna merah hijau biru dan terdapat putih ditengahnya.

tahun1898:albert h. munsel
-ia mulai menggunakan sistemnya pada tahun 1898 dan menerbitkannya dalam a colour notation 1965
-ia memakai rintisan warna yang dikemukakanoleh ahli fisika berupa lingkaran warna 3 dimensi(hue, value, crhoma)

Tahun1900:helbert e. ives
-mengemmukakan pencampuran warna:
red = magenta+cyan
blue = magenta+turqouise
-celup dan pigmen menghasilkan lingkaran warna dengan warna primer magenta,cyan,yelow.

tahun1934:farber biren
-ilmuan amerika ini membuat percobaan sendiridengan membuat bagan berdasarkan warna tradisional(merah,kuning,biru)
-ia membuat lingkaran warna yang pusatnya tidak di tengah karena menurutnya warna panas lebih dominan dari pada warna sejuk.

WARNA ADALAH :

Berdasarkan ilmu fisika:
-gelombang elektro magnetik cahaya

Dalam seni rupa:
warna pantulan tertentu dari cahaya –> pigmen

Dalam desain:
warna adalah unsur desain yang sangat penting, dan memiliki arti psikologis.

Proses terjadinya warna:
cahaya dan mata adalah 2 unsur penting untuk menikmati warna

Sensasi warna:
sensasi warna berhubungan dengan indera pengelihatan yaitu mata karena sifatnya visual.
cahaya merangsang retina mata yang menyebabkan sensasi warna.

Jadi bagaimana warna dapat terlihat???
ketika cahaya mengenai suatu objek,maka sebagaian spektrum dengan panjang gelombang tertentu akan diserap oleh objek dan sebagian lain akan dipantulkan.
saat mata menangkap spektrum cahaya yang terpantul dari objek, maka retina mata akan mengidentifikasikan warna tersebut untuk otak.
warna pada objek yang terlihat adalah spektrum cahaya yang terpantul ke mata kita.

Posted Oktober 17, 2011 by kvp213ucup

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: